Bulan: Januari 2026

Game Edukatif Digital

7 Game Edukatif Digital yang Aman untuk PAUD hingga SMP

Di era digital saat ini, anak-anak semakin sering berinteraksi dengan gadget dan berbagai aplikasi. Alih-alih hanya membatasi waktu layar, orang tua dan guru bisa memanfaatkan Game Edukatif Digital untuk mendukung proses belajar anak. Game ini tidak hanya menghibur, tapi juga membantu anak mengasah kemampuan kognitif, motorik, dan kreativitas. Berikut rekomendasi 7 game yang aman untuk anak PAUD hingga SMP.

1. ABCmouse – Belajar dari Dasar

ABCmouse merupakan salah satu Game Edukatif Digital yang cocok untuk anak PAUD dan TK. Game ini menghadirkan berbagai kegiatan belajar mulai dari membaca, berhitung, hingga mengenal warna dan bentuk.
Fitur interaktif yang menarik membuat anak merasa seperti bermain sambil belajar. Orang tua juga bisa memantau perkembangan anak secara real-time melalui laporan yang tersedia di aplikasi.

Keunggulan utama ABCmouse adalah pendekatannya yang menyenangkan, sehingga anak tidak merasa terpaksa belajar. Game ini juga mendukung bahasa Indonesia, membuatnya mudah diakses oleh anak-anak di tanah air.

2. Prodigy – Matematika Jadi Seru

Untuk anak usia SD, Prodigy adalah pilihan tepat. Game ini berbasis RPG (Role Playing Game) di mana anak harus menjawab soal matematika untuk melanjutkan petualangan.
Metode ini membuat matematika terasa seperti permainan, bukan tugas membosankan. Selain itu, Prodigy menyesuaikan tingkat kesulitan soal sesuai kemampuan anak, sehingga setiap anak bisa belajar sesuai kecepatannya sendiri.

Keamanan anak juga terjaga karena tidak ada iklan yang mengganggu, dan semua interaksi dalam game bersifat aman. Orang tua bisa mengatur kontrol dan memantau aktivitas belajar anak.

3. Duolingo ABC – Belajar Membaca dan Bahasa

Duolingo ABC fokus pada pengenalan huruf, membaca, dan pengembangan kemampuan literasi anak PAUD dan SD. Game ini dirancang agar anak dapat belajar membaca dengan cara menyenangkan melalui latihan interaktif.
Anak-anak bisa belajar mengeja kata, memahami kosakata, dan melatih pengucapan dengan audio yang jelas. Interface yang sederhana membuat anak cepat memahami cara bermain.

Selain mengembangkan literasi, Duolingo ABC juga membantu anak membangun kebiasaan belajar mandiri sejak dini. Game ini bebas iklan dan aman digunakan oleh anak-anak.

Baca Juga: 8 Ide Kegiatan Eksperimen Kimia untuk Anak yang Aman

4. BrainPOP Jr. – Menjelajah Ilmu Pengetahuan

Bagi anak SD, BrainPOP Jr. menawarkan konten edukasi yang luas mulai dari sains, matematika, hingga sosial budaya. Game ini menggunakan animasi menarik yang memudahkan anak memahami konsep-konsep kompleks dengan cara sederhana.
Anak-anak bisa melakukan kuis, eksperimen virtual, dan menyelesaikan misi edukatif yang mengasah daya pikir kritis. Game ini juga mendukung bahasa Indonesia, membuat materi lebih mudah dipahami.

Fitur monitoring untuk orang tua dan guru memudahkan mereka mengevaluasi perkembangan anak sekaligus memastikan konten tetap aman dan edukatif.

5. Toca Life World – Eksplorasi Kreatif

Toca Life World cocok untuk anak PAUD hingga SMP yang senang bermain imajinatif. Game ini menawarkan dunia virtual di mana anak bisa membuat cerita sendiri, mendesain karakter, dan menjelajahi lingkungan interaktif.
Walaupun berbasis hiburan, Toca Life World membantu anak mengembangkan kreativitas, kemampuan bercerita, dan pemecahan masalah. Orang tua juga dapat mengatur durasi bermain sehingga anak tetap seimbang antara belajar dan bermain.

Keunggulan lain dari game ini adalah tidak adanya konten kekerasan dan iklan, sehingga anak bisa bermain dengan aman dan nyaman.

6. Minecraft: Education Edition – Belajar dengan Bangunan

Siapa yang tidak kenal Minecraft? Versi Education Edition dirancang khusus sebagai Game Edukatif Digital. Anak-anak bisa belajar matematika, sains, hingga sejarah dengan membangun dunia virtual.
Selain kreativitas, game ini juga melatih kerja sama tim melalui proyek kelompok dan misi bersama teman sekelas. Modul belajar yang interaktif memungkinkan guru untuk menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan anak.

Minecraft Education Edition sangat populer karena bisa menggabungkan hiburan dengan pembelajaran praktis. Orang tua dan guru bisa memantau aktivitas anak secara aman tanpa risiko konten negatif.

7. Kahoot! – Belajar Lewat Kuis Interaktif

Kahoot! adalah game edukatif berbasis kuis yang bisa digunakan anak SD hingga SMP. Game ini menghadirkan pertanyaan interaktif dalam bentuk kuis singkat yang menyenangkan.
Kelebihan Kahoot! adalah aspek kompetitif yang sehat, di mana anak bisa bermain bersama teman-teman atau secara individu. Game ini juga mengasah kemampuan berpikir cepat dan menambah pengetahuan baru.

Orang tua dan guru bisa membuat kuis sendiri sesuai topik pelajaran, sehingga proses belajar menjadi lebih personal dan menarik. Kahoot! aman digunakan karena fokus pada konten edukatif dan interaksi yang positif.

Kegiatan Eksperimen Kimia

8 Ide Kegiatan Eksperimen Kimia untuk Anak yang Aman

Mengenalkan anak pada dunia sains sejak dini bisa menjadi pengalaman yang seru dan penuh belajar. Selain itu, salah satu cara paling efektif adalah melalui kegiatan eksperimen kimia yang aman di rumah atau sekolah. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana, anak-anak bisa belajar konsep dasar kimia sambil bermain dan bereksperimen. Sebagai contoh, berikut adalah 8 ide eksperimen kimia yang aman dan menyenangkan untuk anak.

1. Gunung Berapi Mini dari Soda dan Cuka

Salah satu eksperimen kimia yang paling populer adalah membuat gunung berapi mini. Anak-anak bisa belajar tentang reaksi asam-basa menggunakan bahan sederhana: soda kue dan cuka. Kemudian, reaksi ini menghasilkan gelembung karbon dioksida yang menyerupai lava yang meletus.

Cara membuatnya:

  • Bentuk gunung dari tanah liat atau kertas.

  • Masukkan soda kue di tengah gunung.

  • Tuang cuka secara perlahan dan saksikan “lava” yang meletus.

Dengan demikian, eksperimen ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga memperkenalkan konsep reaksi kimia dan gas dengan cara yang mudah dipahami anak-anak.

2. Pelangi dalam Gelas dengan Cairan Berlapis

Kegiatan eksperimen kimia ini memperkenalkan anak pada konsep kepadatan cairan. Dengan menggunakan sirup, minyak, air, dan alkohol, anak-anak bisa membuat lapisan warna-warni seperti pelangi.

Langkah-langkah:

  • Tuang sirup, air berwarna, minyak, dan alkohol secara perlahan ke dalam gelas.

  • Perhatikan bagaimana setiap cairan tetap pada lapisan masing-masing.

Selain itu, eksperimen ini juga mengajarkan tentang perbedaan kepadatan dan sifat cairan. Sebagai hasilnya, anak bisa memahami konsep ilmiah sambil menikmati proses visual yang menarik.

3. Telur dalam Air Asin dan Air Biasa

Eksperimen sederhana ini mengajarkan konsep kepadatan dan daya apung. Anak bisa melihat bagaimana telur bisa tenggelam atau mengapung tergantung pada medium yang digunakan.

Cara melakukannya:

  • Siapkan dua gelas berisi air biasa dan air yang dicampur garam.

  • Masukkan telur ke masing-masing gelas.

  • Bandingkan perbedaan mengapungnya telur.

Dengan kata lain, anak-anak belajar tentang sains secara visual dan mudah diingat. Sementara itu, mereka juga bisa mencoba variasi dengan berbagai tingkat konsentrasi garam untuk melihat perbedaan efeknya.

Baca Juga: 12 Ide Projek Sekolah Kreatif yang Bisa Dicoba Siswa

4. Slime Kimia Sederhana

Slime adalah kegiatan eksperimen kimia yang digemari anak-anak. Dengan bahan seperti lem dan boraks (atau pengganti yang aman), anak bisa membuat slime sendiri.

Langkah-langkah:

  • Campur lem putih dengan air.

  • Tambahkan sedikit boraks atau larutan pengental aman.

  • Uleni sampai menjadi slime kenyal.

Selain itu, eksperimen ini mengajarkan konsep polimer dan perubahan fisik. Dengan demikian, anak bisa belajar sambil merasakan pengalaman sensorik yang menyenangkan.

5. Menyulap Susu Menjadi Lukisan

Eksperimen ini menggunakan susu, pewarna makanan, dan sabun cair untuk membuat efek visual yang menakjubkan. Anak-anak bisa belajar tentang reaksi kimia sederhana yang terjadi antara lemak dalam susu dan sabun.

Cara melakukan eksperimen:

  • Tuang susu ke dalam piring datar.

  • Teteskan beberapa warna pewarna makanan.

  • Celupkan kapas yang telah diberi sabun ke dalam susu dan lihat warna bergerak.

Selain itu, eksperimen ini juga mengajarkan anak tentang molekul lemak dan tegangan permukaan. Oleh karena itu, mereka bisa mengamati konsep kimia secara langsung dengan cara yang menyenangkan.

6. Balon yang Mengembang Sendiri

Eksperimen ini mengajarkan anak tentang produksi gas melalui reaksi kimia. Dengan menggunakan soda kue dan cuka, anak bisa melihat balon mengembang tanpa ditiup.

Langkah-langkah:

  • Masukkan cuka ke dalam botol kecil.

  • Masukkan soda kue ke dalam balon.

  • Pasangkan balon ke mulut botol dan lihat balon mengembang saat soda bertemu cuka.

Selain itu, anak-anak bisa memahami konsep gas dan reaksi kimia secara langsung. Sementara itu, mereka juga belajar bagaimana perubahan kimia bisa mempengaruhi dunia fisik di sekitar mereka.

7. Kristal Garam atau Gula

Membuat kristal adalah kegiatan eksperimen kimia yang aman dan menenangkan. Anak-anak bisa belajar tentang proses penguapan dan pembentukan kristal.

Langkah-langkah:

  • Larutkan garam atau gula dalam air hangat hingga jenuh.

  • Tuang larutan ke dalam gelas atau wadah bening.

  • Letakkan benang atau stik di larutan dan biarkan beberapa hari.

  • Lihat kristal terbentuk di sekitar benang.

Dengan demikian, eksperimen ini mengajarkan kesabaran, pengamatan, dan konsep perubahan fisik serta kimia. Selain itu, anak-anak bisa mencoba berbagai bentuk atau warna larutan untuk hasil yang lebih menarik.

8. Reaksi Warna dengan Baking Soda dan Cuka

Anak-anak bisa bereksperimen dengan warna sambil belajar reaksi kimia sederhana. Campuran soda kue, cuka, dan pewarna makanan menghasilkan ledakan warna yang aman.

Cara melakukan eksperimen:

  • Siapkan beberapa gelas kecil berisi soda kue.

  • Tambahkan pewarna makanan berbeda di setiap gelas.

  • Tuang cuka dan saksikan reaksi berbusa berwarna-warni.

Selain itu, ini adalah cara interaktif untuk memperkenalkan anak pada reaksi kimia sekaligus seni visual. Oleh karena itu, anak bisa belajar sambil bermain dan merasakan pencapaian dari eksperimen sendiri.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén